http://www.balikpapantv.co.id
MASALAH tanah benar-benar jadi penghambat proyek Stadion Batakan, Balikpapan. Bukan hanya tanah di lokasi proyek yang belum bebas, diketahui, rencana tanah sebagai tukar guling pun masih bermasalah. Ada yang mengklaim tanah seluas 8 hektare tak jauh dari proyek stadion yang rencananya sebagai ganti rugi lahan yang terkena pembangunan. Pelik.
Ditemui di ruangannya, kemarin, Kabag Umum dan Perlengkapan, Setkot Balikpapan, Achmad Yuni, menyebut masalah tanah memang rumit. Banyak kaveling yang harus dibebaskan di lokasi pembangunan. Tim sudah sejak lama sudah berusaha membebaskan namun terkendala tumpang tindih. “Sudah kami kerjakan (pembebasan lahan). Tapi susah,” ucap Yuni.
Ditemui di ruangannya, kemarin, Kabag Umum dan Perlengkapan, Setkot Balikpapan, Achmad Yuni, menyebut masalah tanah memang rumit. Banyak kaveling yang harus dibebaskan di lokasi pembangunan. Tim sudah sejak lama sudah berusaha membebaskan namun terkendala tumpang tindih. “Sudah kami kerjakan (pembebasan lahan). Tapi susah,” ucap Yuni.
Disinggung mengenai adanya klaim tanah seluas 8 hektare oleh oknum tertentu, dirinya enggan menjabarkan lebih detail. Ia menyarankan Kaltim Post menghubungi Kabag Humas dan Protokol untuk mendapatkan jawaban. “Mungkin dengan Kabag Humas saja beliau tahu. Supaya satu pintu ,” katanya.
Apakah Kabag Humas tahu siapa oknum tersebut? “Ya nanti humas jawab,” ujar dia. Berbeda dengan statement sebelumnya, kemarin Yuni mengungkapkan pemkot sedianya memiliki anggaran untuk pembebasan lahan. Namun tak juga bisa mudah tuntas. Sebab tak hanya berkaitan dengan satu instansi. Ada beberapa lembaga, salah satunya Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Ada duitnya tapi sulit jadi perlu waktu lama,” imbuh dia.
Sayangnya, bagian humas yang sedianya mudah dihubungi, kemarin, justru sulit.
Hingga berita ini diturunkan, Kabag Humas dan Protokol, Setkot Balikpapan, Sudirman Djayaleksana tak menjawab panggilan Kaltim Post yang berulang kali.
Hingga berita ini diturunkan, Kabag Humas dan Protokol, Setkot Balikpapan, Sudirman Djayaleksana tak menjawab panggilan Kaltim Post yang berulang kali.